I’m Watching You
Okay... good morning world... It's my first
day of school, will i met someone who will be my destiny? Hehe.... Just kidding
guys, i'm here to learn and get new experience... No, I’m here to do my
mission, CIA mission exactly. I’ve learnt so many things before. And about
school… I’ve pass all the pain in school. I graduate when I was Fourteen.
Di sekolah tempatku berada sekarang, ada seorang murid yang bernama Jose William Alexander. Dia adalah anak dari seorang gembong narkoba yang juga menjadi pengedar narkoba di kalangan anak remaja. Jika ingin mendapatkan ayahnya, aku harus mendekati anaknya terlebih dahulu. Ditambah pamannya adalah musuhku dan ayahku. Dan untuk mendapatan Jose, aku harus mendapatkan informasinya dari teman-temannya atau jika memungkinkan aku akan berusaha untuk berpacaran dengannya agar lebih mudah menjebaknya. Dan yang kupilih adalah pilihan kedua, yaitu menjadi pacarnya. Dan dengan sedikit menggodanya, aku berhasil menjadi pacarnya dan menyingkirkan 2 cewek yang juga sedang berusaha mendapatkan Jose. Meski aku tahu bahwa aku hanya akan menjadi ‘peliharaan’ bagi Jose, tapi selama itu membuat tugasku tuntas dengan segera, aku akan melakukannya.
Dan perkenalkan, nama asliku Gabriella Marie Carter. Namun aku menggunakan nama samaran, yaitu Cecilia Joana Smith. Aku adalah anak tunggal dari seorang single parent (ayahku) yang juga agen senior di CIA.
By the way. Katanya ada seorang cowok di sekolahku yang bernama Simon, dia adalah anak kelas 12, dan lumayan populer atau mungkin memang populer di sekolah, aku nggak tau pastinya. Jelas maklum saja aku anak baru di sekolah ini, dan aku juga nggak benar-benar sekolah ‘kok disini. The good news is, Simon itu bisa membantuku dalam misi ini. Okay, saat pertama kali aku berpapasan dengannya di koridor aku bisa menyimpulkan bahwa dia lumayan tampan dan postur tubuhnya juga bagus ‘kok, tinggi dan ideal. But, aku sama sekali nggak melihat apapun yang special dari dia. Tapi benar yang kupikirkan bahwa dia sepertinya bisa jadi alat untukku lebih mudah membongkar kejahatan Jose, karna Simon adalah ketua klub Judo di sekolah dimana Jose adalah anggotanya.
Seperti di sekolah lainnya, pasti setiap anak popular akan memiliki banyak penggemar walau tidak sebanyak penggemar Justin Bieber, Shawn Mendes, Austin Mahone atau Cody Simpson. Tapi ya pasti lumayan banyak untuk di sekolah. Well, aku sedang berbincang dengan salah satu temanku yang bernama Sella, dan asal kalian tau, dia adalah salah satu maniak Simon. Dan tiba-tiba Simon memanggilku dan menghampiriku, sontak Sella kaget dan blushing serta salah tingkah seketika.
Di sekolah tempatku berada sekarang, ada seorang murid yang bernama Jose William Alexander. Dia adalah anak dari seorang gembong narkoba yang juga menjadi pengedar narkoba di kalangan anak remaja. Jika ingin mendapatkan ayahnya, aku harus mendekati anaknya terlebih dahulu. Ditambah pamannya adalah musuhku dan ayahku. Dan untuk mendapatan Jose, aku harus mendapatkan informasinya dari teman-temannya atau jika memungkinkan aku akan berusaha untuk berpacaran dengannya agar lebih mudah menjebaknya. Dan yang kupilih adalah pilihan kedua, yaitu menjadi pacarnya. Dan dengan sedikit menggodanya, aku berhasil menjadi pacarnya dan menyingkirkan 2 cewek yang juga sedang berusaha mendapatkan Jose. Meski aku tahu bahwa aku hanya akan menjadi ‘peliharaan’ bagi Jose, tapi selama itu membuat tugasku tuntas dengan segera, aku akan melakukannya.
Dan perkenalkan, nama asliku Gabriella Marie Carter. Namun aku menggunakan nama samaran, yaitu Cecilia Joana Smith. Aku adalah anak tunggal dari seorang single parent (ayahku) yang juga agen senior di CIA.
By the way. Katanya ada seorang cowok di sekolahku yang bernama Simon, dia adalah anak kelas 12, dan lumayan populer atau mungkin memang populer di sekolah, aku nggak tau pastinya. Jelas maklum saja aku anak baru di sekolah ini, dan aku juga nggak benar-benar sekolah ‘kok disini. The good news is, Simon itu bisa membantuku dalam misi ini. Okay, saat pertama kali aku berpapasan dengannya di koridor aku bisa menyimpulkan bahwa dia lumayan tampan dan postur tubuhnya juga bagus ‘kok, tinggi dan ideal. But, aku sama sekali nggak melihat apapun yang special dari dia. Tapi benar yang kupikirkan bahwa dia sepertinya bisa jadi alat untukku lebih mudah membongkar kejahatan Jose, karna Simon adalah ketua klub Judo di sekolah dimana Jose adalah anggotanya.
Seperti di sekolah lainnya, pasti setiap anak popular akan memiliki banyak penggemar walau tidak sebanyak penggemar Justin Bieber, Shawn Mendes, Austin Mahone atau Cody Simpson. Tapi ya pasti lumayan banyak untuk di sekolah. Well, aku sedang berbincang dengan salah satu temanku yang bernama Sella, dan asal kalian tau, dia adalah salah satu maniak Simon. Dan tiba-tiba Simon memanggilku dan menghampiriku, sontak Sella kaget dan blushing serta salah tingkah seketika.
"Cecilia, bisa kamu ikut denganku sekarang?"
tanya Simon padaku.
"Bisa, tapi ada apa?" aku menjawab
sekaligus bertanya balik.
"Ayolah, lakukan saja, nanti kamu juga tahu
kok." jawab Simon.
Apa aku
bilang? Aku memang nggak suka sama cowok populer, kadang sikap mereka yang sok
penting dan sok nggak punya banyak waktu itu lho yang bikin aku sebel. Dan well, aku nurut aja dan memberikan kode
ke Sella untuk meninggalkannya karna cowok sok ini. And i can see, wajahnya Sella terliha campur aduk antara kesel dan
senang. Mungkin kesel karna aku tinggal plus bareng sama si cowok sok ini, dan
seneng karna walau sebentar, Sella bisa liat Simon. Dan ternyata ia mengajakku
ke ruang latihan Judo. Okay, good enough…
"Ada apa, Si? Kenapa kau memintaku
kesini?" tanyaku setelah sampai di ruang latihan judo. And do you know? Only we both here, there's
no other. No! Wait a second! Aku dan Simon nggak benar-benar sendirian
disini karna ternyata di pojok ruangan ada Jose yang sedang berciuman dengan
Aggy, salah satu cewek yang mendekati Jose.
"Saya mau kasih tau kamu tentang itu. "
ujar Simon sambil menunjuk Jose dan Aggy.
"Kenapa?" tanyaku acuh pada apa yang
sedang ditunjukkan oleh Simon.
"Kenapa? Kamu nggak cemburu? Pacarmu sedang
bertukar ludah di pojok ruang latihanku dan kau sebagai pacarnya harusnya
menariknya keluar dari sini!” kata Simon dengan suara teriak tertahan karna
sadar jka ia lebih keras lagi, Jose dan Aggy akan sadar bahwa ada yang lain di
ruangan itu selain mereka.
"Tidak." jawabku dengan cepat.
"Kenapa?" Tanyanya kecewa sambil menarik
rambutnya kebelakang.
“Kenapa? Karna aku tidak peduli tentang siapa yang
sedang melakukan apa pada Jose, lagipula Jose juga anggota judo ‘kan? Biarkan
saja ia menggunakan ruang latihan ini sebentar untuk melatih staminanya.”
Jawabku dengan datar.
“Cecilia, aku tak akan membiarkan ruang latihanku
dipakai untuk hal-hal yang semacam itu.” Tukasnya. Dasar ketua gadungan!
“Hei, Simon. Jika kau memang benar-benar seorang
ketua, harusnya kau bisa mengatasi masalah sepele ini sendiri tanpa bantuan
siapapun.” Kataku akhirnya, lantas aku pergi meninggalkan Simon. Huh, ternyata
dibalik kelebihannya yang selali di elu-elukan semua orang, ia memiliki
kekurangan. Dia bahkan tak bisa mengatasi masalah kecil yang bahkan akan
diatasi dengan mudah oleh anak – anak. Oh
God, why do this happen to me? Apakah nasibku memang harus menjadi aktris
yang mengincar sesuatu dalam aktingnya, dan sialnya terkadang aku harus
melakukan beberapa peran yang menjijikan seperti sekarang ini. Aku yakin aku
layak dapat yang lebih baik dibanding menjadi kelinci peliharaan Jose yang
brengsek itu! Dan Simon… Ya, sepertinya kedepannya ia akan sering mengganggu
tugasku megingat ia punya banyak masalah dengan Jose yang selalu ingin jadi
ketua klub Judo sekolah. Tapi apa perlu aku menyingkirkannya? Dengan cara apa?
Dan bagaimana? Simon sama sekali tak tau apa-apa, eh… Ia memang tak boleh tau!
Karna jika ia tahu tentang ini, ia bisa jadi umpan empuk Jose untung membongkar
identitas asliku.
@@@@@
Nah, ini part satunya... tunggu aja kelanjutannya kalau suka, comment yaa... See you again.
