Minggu, 23 Agustus 2015

5 Film Recomended Sepanjang Masa

      Well....Ini kan akhir pekan,nggak lengkap kalau nggak ngomongin film.Yaa..emang sih,film yg mau aku bahas bukan film baru atau yang tayang minggu ini.Tapi film-film yang mau aku bahas adalah film keluarga yang cocok banget ditonton saat akhir pekan banreng keluarga.Dan mudah - mudahan bisa menambah harmonisasi keluarga,ya...

Okay,let's check this out...

1.Nanny McPhee
 

Okay,Kita mulai dengan siapa aja pemainnya,ya...
 Nah...Sekarang sinopsis filmnya....

        Menceritakan tentang seorang pengasuh wanita yang aneh dan misterius bernama Nanny McPhee (Emma Thompson).Penampilannya tak seperti pengasuh pada umumnya. Dia suka memakai gaun hitam, yang mirip seperti karung terigu. Dia juga memiliki banyak kutil di wajahnya, api di kedua matanya, dan juga tongkat ajaib yang bisa mengeluarkan suara gonggongan saat dihentakkan ke tanah.
       Dikisahkan, Nanny McPhee adalah pengasuh ke-18 yang dipekerjakan oleh keluarga Cedric Brown (Colin Firth), seorang duda kaya raya yang memiliki tujuh orang anak super bandel. Tidak heran kalau banyak pengasuh yang minggat lantaran tak tahan dengan kelakuan nakal mereka. Uniknya, setiap anak Cedric memiliki jarak yang hampir sama satu sama lain, yaitu 8 tahun.
       Sebelumnya, Cedric yang putus asa mendapatkan pesan misterius yang berisi bahwa yang dia perlukan untuk mengatur anak-anaknya adalah Nanny McPhee. Tak berselang lama, Nanny pun langsung menampakkan diri dan datang tanpa diundang. Dengan kekuatan sihirnya yang menakutkan, anak-anak Cedric pun bungkam. Nanny pun membuat aturan khusus bagi mereka untuk dipelajari, kerutan dahi yang menakutkan, tapi sekaligus mendamaikan hati mereka sebagai pengantar tidur.
       Meski bangkrut, keluarga besar Brown memiliki rumah bagaikan singgasana yang sangat besar dan megah, dilengkapi taman-taman, tangga bertingkat, dan juga desain arsitektur yang menakjubkan. Karena pekerjaannya sebagai pengarah pemakaman yang tak lagi menjanjikan, Cedric pun diminta untuk mewarisi seluruh kekayaan milik bibinya, Adelaide (Angela Lansbury) dengan satu syarat: ia harus bisa menemukan seorang istri dalam waktu 30 hari saja!
       Sontak saja Cedric pun gelagapan. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Beberapa calon istri pun dipilihnya, termasuk seorang pelayan cantik yang juga sangat disukai anak-anaknya, Evangeline (Kelly Macdonald). Tapi dia justru diminta menikahi wanita yang merupakan mimpi buruknya, yaitu Mrs. Quickly (Celia Imrie).
       Kembali ke Nanny McPhee, di saat-saat genting seperti itu... muncul sebuah keajaiban. Setiap kali anak-anak mematuhi perintah Nanny, maka kutil-kutil di wajahnya satu-persatu mulai menghilang, dan tubuhnya juga nampak semakin ramping. Hingga pada akhirnya, Nanny tampil dengan rupa barunya yang anggun dan menawan.
       Akankah Cedrik menikahi Mrs. Quickly? atau dia akan menyadari bahwa Evangeline adalah cinta sejatinya? akankah juga anak-anak Cedric menjadi anak-anak yang baik dan patuh pada orangtua? Semua pertanyaan itu akan terjawab ketika Anda menyaksikan film yang sarat dengan pesan moral dan kekeluargaan ini.
       Lewat film ini, anak-anak akan diajarkan bagaimana mereka harus menerima kenyataan pahit dalam hidup dengan penuh kebijaksanaan. Seperti halnya anak-anak Inggris, yang selalu menerima pelajaran berat dalam hidup mereka, hingga pada akhirnya mereka menyadari banyak hikmah yang bisa diambil dari pelajaran-pelajaran tersebut.


 2.Children Of Heaven


       Film ini mengisahkan tentang seorang anak kecil bernama Ali Mandengar yang hidup di daerah Timur Tengah. Ia hidup sederhana bersama kedua orangtua dan kedua adiknya. Ali adalah kakak yang baik. Suatu hari sepatu salah satu adiknya hilang, ia pun berusaha menggantinya dengan segenap kemampuannya. Di sinilah perjuangan Ali untuk menggantikan sepatu adiknya sangat mengharukan.
       Film Iran yang mendapat nominasi Oscar sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik. Disutradarai oleh Majid Majidi. Selama sang ibu sakit, Ali (Amir Farrokh Hashemian) sementara menggantikan tugas ibunya berbelanja, namun hari itu sedikit berbeda, selain membeli keperluan sehari-hari seperti roti dan sayur mayur, bocah 9 tahun juga membawa sepasang sepatu milik adik perempuannya, Zahra (Bahare Seddiqi) untuk diperbaiki, sialnya disaat Ali sedang sibuk berbelanja tanpa sengaja ia menghilangkan sepatu tersebut.
      Zahra jelas bersedih karena sang kakak sudah menghilangkan satu-satunya sepatunya yang akan digunakannya untuk sekolah keesokan harinya, namun karena takut dimarahi oleh ayah mereka (Mohammad Amir Naji), apalagi mereka mengetahui bahwa sang ayah tidak mempunyai uang untuk dapat membeli sepatu baru, Ali dan Zahra sepakat untuk merahasiakan rahasia kecil ini. Lantas bagaimana Zahra dapat bersekolah tanpa sepatunya? apakah Ali dapat menemukan kembali sepatu milik adik perempuannya?
       Sebuah kebanggaan tersendiri bisa menonton film buatan Iran. Tontonan yang jarang saya temukan di sekitar kita. Film Iran memang beda dengan Hollywood kebanyakan. Film Iran terkesan lebih punya bobot dalam segi cerita dan pengadeganan. Salah satunya ada di film ini. Film yang sangat mengharukan. Ketika saya dihadapkan pada kisah keluarga miskin yang di dalamnya terdapat anak-anak berhati mulia. Sangat menyentuh dan ajaib. Padahal ceritanya hanya mengenai sepatu yang hilang, namun Majid Majidi membuat cerita sederhana itu menjadi tontonan petualangan seru yang dramatis. Sinematografinya pun berkelas tinggi menjadikan film ini padat tanpa celah. Ditambah akting yang memukau dari pemeran Ali dan Zahra. Adegan lari pun menjadi sesuatu yang menarik dari film ini.
       Disamping drama, film ini masih memasukkan unsur komedi dalam film ini. Kelucuan-kelucuan spontan dalam film ini disajikan tidak berlebihan, namun pas. Yang menjadi menarik dari sebuah film salah satunya adalah ending. Film ini mempunyai ending yang mendebarkan dan menyentuh sekaligus mengharukan. Disinilah kesabaran dan tanggung jawab manusia diuji. Kebaikan anak-anak dari surga itu yang menjadi kisah ini begitu dramatis. Film yang sangat dianjurkan ditonton bersama keluarga atau ditonton bersama di dalam kelas.

3.Brave


BRAVE: Ketika Sang Putri Melawan Tradisi 



          Inti cerita film ini adalah tentang kehidupan seorang gadis bernama Merida, putri tunggal dari Kerajaan Dunbroch di dataran tinggi Skotlandia. Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka.
Merida adalah seorang gadis yang sejak kecil telah mewarisi bakat sang ayah, Raja Fergus (Billy Connolly), yang gemar berpetualang, dan bertarung. Bakat tersebut berupa kegemaran dan kemahirannya dalam memanah dan berpetualang. Jauh dari kebiasaan seorang putri raja yang kerap bersikap halus, lemah-gemulai, bertuturkata halus, dan seterusnya.
         Sesuai dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa, kedua orangtuanya, Raja Fergus dan Ratu Elinor (Emma Thompson) hendak menikahkan Merida dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku (klan) utama dari Kerajaan Dunbroch. Mereka itu masing-masing adalah putra dari Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang paling berhak menikahi putrinya itu, ditentukan dengan cara masing-masing putra ketiga Lord itu menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di hadapan sang Raja dan Ratu, serta Putri Merida.
        Jangankan sudi memilih salah satu dari putra ketiga Lord itu, Merida sejak awal sudah menolak menjalankan tradisi keluarga kerajaan itu. Dengan maksud agar putra ketiga Lord itu gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk mengikuti lomba memanah. Siapa yang paling tepat memanah tepat di titik sasaran, dialah yang menang. Sialnya, tanpa sengaja, Wee Dingwall, berhasil melesatkan anak panahnya tepat di titik sasaran.
        Merida yang marah itu langsung memberontak, meloncat berdiri, mengambil busurnya dan melepaskan tiga anak panahnya berturut-turut tepat di dua titik sasaran yang tadi gagal disasar oleh Young MacGuffin dan Young Macintosh, dan satu lagi anak panahnya melesat dari busurnya tepat mengena dan membela menjadi dua bagian, dari ujung ke ujung, anak panah Wee Dingwall, sampai menembus papannya.
Pecahlah pertengkaran hebat antara Ratu Elinor dengan Merida. Elinor menganggap Merida telah kelewat batas dalam bersikap, sedangkan Merida menuduh ibunya terlalu memaksa kehendak kepadanya. Di dalam Istana, saking marahnya Merida sampai menebas pedangnya menyobek lukisan kain keluarganya. Memisahkan gambar ibunya dengan gambarnya bersama ayah dan tiga adik kembarnya. Kemudian, dengan menunggang kudanya, Angus, Merida melarikan diri ke hutan.
       Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat di sebuah tempat keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet membentuk sebuah lingkaran, kemudian muncul roh-roh halus berukuran mini yang membawanya ke sebuah gubuk, yang ternyata dihuni oleh seorang nenek sihir (Julie Walters).
Merida kemudian meminta nenek sihir itu untuk memberikan mantera agar bisa mengubah pendirian ibunya yang masih bersikeras menikahkannya dengan cara tradisi leluhurnya itu. Mantra yang berbentuk kue tersebut kemudian memang berhasil mengubah ibunya. Bukan pendiriannya, tetapi fisiknya. Ratu Elinor berubah menjadi seekor beruang hitam yang sangat besar. Sial, dan bahayanya adalah semua orang, termasuk Raja Fergus sama sekali tidak tahu, dan tidak mau percaya bahwa beruang besar tersebut adalah Ratu Elinor. Sedangkan semua orang, terutama Raja Fergus sangat membenci beruang. Setiap beruang harus mati di tangannya.
       Ketika Merida masih kecil, dia dan ibunya hendak diserang oleh seekor beruang hitam besar bernama Mor’du. Raja Fergus melawan beruang itu demi menyelamatkan Merida dan ibunya. Salah satu kakinya sampai putus karena diserang Mor’du, dan diganti dengan sebuah kaki palsu yang terbuat dari kayu. Sejak itulah kebencian Raja Fergus terhadap beruang semakin hebat.
        Merida harus berpacu dengan waktu agar bisa mengembalikan mantra si nenek sihir agar ibunya bisa kembali menjelma menjadi manusia, sementara itu juga ibunya yang masih berwujud beruang itu terus diburu oleh ayahnya beserta semua orang untuk dibunuh. Apabila sampai matahari terbit, Merida gagal mengembalikan mantera tersebut, maka ibunya akan berubah menjadi beruang selama-lamanya. Bukan hanya wujudnya, tetapi juga sisi kemanusiaannya akan hilang sama sekali. Menjadi beruang dengan semua keganasannya. Tidak akan lagi mengenal Merida, atau siapapun lagi.
       Selain kualitas animasinya yang luar biasa, ceritanya yang apik, film ini juga disisipi oleh banyak adegan kocak yang mengundang tawa. Adegan-adegan tersebut jauh dari kesan dibuat-buat. Semuanya mengalir wajar. Tokoh-tokoh dengan berbagai karakter juga tampil dengan porsi yang seimbang. Jauh dari kesan sekadar tempelan.

       Pakem yang sudah menjadi “tradisi” dalam setiap cerita dongeng ala “1001 Malam” adalah seorang putri cantik yang lemah, lugu dan polos, yang menjadi korban seorang nenek sihir, ada seorang pangeran yang ganteng dan gagah datang menolongnya melawan dan mengalahkan si nenek sihir, atau ada pangeran yang berubah wujud menjadi monster karena terkena sihir. Kemudian karena ada kekuatan cinta si putri, misalnya dengan mencium sang monster, mampu mementahkan kembali kekuatan sihir itu, mengubah wujud si monster kembali menjadi pangeran ganteng. Kemudian mereka bersama-sama mengalahkan si nenek sihir, setelah itu cerita diakhiri dengan keduanya menikah dan hidup berbahagia selamanya.
       Itu semuanya tidak akan ditemukan di Brave. Merida adalah seorang putri raja yang meskipun cantik, tetapi sejak kecil adalah seorang perempuan yang sangat pemberani, berjiwa petualang (dia memanjat tebing tinggi sendirian tanpa alat bantu apapun), dan sangat jago memanah sambil memacu kudanya.
Namun, ketika dia bertemu dengan si nenek sihir, yang mengubah ibu dan ketiga adik kembarnya menjadi beruang imut-imut yang lucu, Merida sama sekali tak berdaya. Ketika dia kembali bersama ibunya yang sudah berwujud beruang itu ke gubuk si nenek sihir, untuk memaksa si nenek mengubah kembali ibunya menjadi manusia, nenek itu sudah pergi meninggalkan tempatnya itu. Namun, melalui panci besarnya yang berisi ramuan-ramuan sihir yang ditinggal di situ, Merida masih mendapat informasi pesan dari si nenek sihir, bagaimana caranya agar manteranya itu bisa dikembalikan, mengubah ibunya kembali menjadi manusia. Ternyata, ada hubungan antara gambar keluarga yang dibelah Merida dengan pedangnya itu dengan cara mengembalikan mantera sihir itu.
       Ternyata pula, ibu Merida bukan korban pertama dari mantera si nenek sihir itu. Sebelumnya, pernah ada seorang pangeran gagah yang juga terkena sihir sang nenek sihir itu, dan berubah menjadi beruang jantan raksasa yang jahat. Nanti Merida bertemu dengan beruang yang sebenarnya si pangeran itu. Tetapi kalau anda kemudian menduga bahwa akhirnya dengan kekuatan cinta yang ada pada Merida, mengubah kembali beruang itu menjadi si pangeran. Kemudian mereka berdua bersama-sama melawan dan mengalahkan si nenek sihir, menikah dan berbahagia selamanya, sebagaimana cerita-cerita dongeng 1001 Malam, maka itu berarti anda keliru. Seperti saya juga keliru, dan akhirnya menemukan kejutan di bagian akhir film ini.

Pesan Moral

      Tiga adik kembar Merida yang ikut tersihir menjadi tiga ekor beruang anak (sumber: disney.go.com)
Konflik yang dibangun dalam film ini adalah adanya pertentangan kehendak dari orangtua Merida, terutama ibunya (Ratu Elinor) dengan Merida. Di satu pihak orangtuanya menghendaki Merida bisa menjadi seorang putri yang berbudi pekerti halus dalam bertuturkata dan dalam kehidupan sehari-harinya, berbusana sebagaimana layak seorang putri kerajaan, dan terutama sekali menjalani proses tradisi pernikahan yang sudah dijalankan sejak turun-temurun. Yakni, wajib memilih dan menikah dengan salah satu putra terbaik dari klan-klan utama di Kerajaan Dunbroch.         Di sisi lain Merida sejak kecil jauh dari berperilaku sebagaimana seorang putri raja, dia seperti seorang tomboy, berjiwa petualang, jago menunggang kuda, dan sangat mahir dalam hal memanah. Belum mempunyai keinginan untuk menikah, apalagi dipaksa harus memilih salah satu dari tiga orang laki-laki yang semuanya tidak disukai. Maka, Merida pun melakukan pemberontakan terhadap takdirnya yang hendak ditentukan berdasarkan tradisi leluhur itu. Yang kemudian menyeretnya ke dalam petualang yang yang belum pernah dialami sebelumnya itu.
        Merida tidak mau takdirnya, kehidupan, jodohnya ditentukan serta diatur begitu saja oleh orangtuanya. Merida tidak mau diperlakukan seperti Siti Nurbaya dalam legenda Minangkabau di Indonesia. Jiwanya memberontak, menghendaki bahwa soal perjodohan biarlah dia yang memilih dan menentukan sendiri. Jangan dipaksakan.
         Konflik seperti ini biasanya terjadi ketika terjadi “benturan peradaban” antara dua generasi yang berbeda di  dalam keluarga. Di satu sisi ada orangtua yang masih bersikap keras dan kolot untuk menerapkan suatu tradisi kepada anaknya, dan si anak mau tak mau harus menurut. Kalau tidak mau, dianggap sebagai anak kurang ajar, atau bahkan durhaka. Di sisi lain persepsi si anak telah berkembang, berubah mengikuti perkembangan zaman, yang merasa dirinya sebagai manusia merdeka, manusia seutuhnya yang bebas menentukan pilihan dalam hidupnya, termasuk jodohnya. Sedangkan tradisi yang masih dipegang orangtua itu sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman.
         Musibah kutukan mantera sihir terhadap Ratu Elinor (dan tiga anak kembar laki-lakinya) yang mengubahnya menjadi beruang tersebut, sekaligus menjadi hikmah bagi keluarga Kerajaan Dunbroch dan ketiga klan yang semula mati-matian hendak menjodohkan anak-anaknya itu secara paksa. Bahwa pernikahan itu tidak dapat dipaksakan, biarlah masing-masing mereka menentukan pilihannya sendiri. Tumbuh pula cinta kasih yang semakin dalam di antara Merida dan ibunya, ayahnya, dan tiga adik kembarnya.


4.Finding Nemo


 

       Finding Nemo adalah cerita petualangan sebuah keluarga ikan hias, yang terdiri dari ayah dan anak, yang tinggal di terumbu karang. Marlin, seekor ikan sekaligus ayah dari Nemo adalah seekor ikan yang penakut, kebalikan dengan sang anak yang selalu ingin tahu. Akibat perbedaan sifat yang mencolok tersebut, keduanya kerap berbeda pendapat. Keingintahuan Nemo membuatnya mengabaikan peringatan sang ayah di hari pertama bersekolah, sehingga terjaring oleh manusia ketika sedang berenang di dekat sebuah kapal.
       Marlin yang hanya bisa menyaksikan dari jauh tidak mampu berbuat apa-apa ketika manusia membawa anaknya, namun rasa sayang terhadap anak membuatnya bisa melawan ketakutan akan lingkungan di luar terumbu karang, dan bertualang mencari Nemo. Dalam keputusasaannya, ia bertemu dengan seekor ikan pelupa bernama Dory, yang menawarkan pertolongan namun lebih sering membuatnya jatuh dalam kesulitan. Belakangan, seekor ikan hiu vegetarian bernama Bruce bergabung dalam misi yang nyaris mustahil tersebut.
       Sementara itu, Nemo diceritakan terdampar dalam sebuah akuarium dokter gigi di kota Sydney Harbor. Disana ia bertemu dengan kumpulan ikan lain yang tidak kalah uniknya, dan berusaha menariknya supaya bergabung dengan kelompok mereka. Namun begitu mendapat kabar bahwa sang ayah sedang melakukan pencarian terhadapnya, Nemo dan kawan-kawan mulai menyusun rencana melarikan diri, dan berkumpul kembali dengan sang ayah yang dicintainya.
       Sederet nama bintang terkenal menjadi pengisi suara film animasi patungan Pixar dan Disney ini, mereka adalah komedian terkemuka Albert Brooks sebagai Marlin, Ellen DeGeneres yang pernah menghiasi layar Indosiar dengan serial komedi Ellen sebagai si ikan pelupa Dory, dan tak ketinggalan aktor watak Willem Dafoe (pemeran Green Goblin dalam Spiderman) sebagai Gill, dan Geoffrey Rush (aktor pemenang Oscar) sebagai Nigel sang burung camar. Nemo sendiri disuarakan oleh Alexander Gould, bintang cilik penuh potensi.
        Meneruskan tradisi film-film Pixar yang lain, Finding Nemo mendapat respons sangat baik dari para pecinta film. Buktinya, selama tiga minggu berturut-turut film ini berada di puncak teratas daftar box-office film di Amerika dengan total 190 juta dolar lebih. Sebuah prestasi yang mengagumkan, mengingat masih tingginya minat terhadap film-film non-animasi seperti Bruce Almighty dan 2 Fast 2 Furious. Sebagai salah satu alternatif mengisi liburan, tidak salah bila film ini ditempatkan sebagai prioritas pertama. 


5.The Chronicles Of Narnia


 
 
 Well...Ini adalah Pemeran utamanya
 Sinopsis......

Peter Pevensie, Susan Pevensie, Edmund Pevensie, dan Lucy Pevensie diungsikan ke rumah Profesor Diggory Kirke karena Perang Dunia. Suatu hari, pada waktu mereka bermain petak umpet di rumah itu, Lucy menemukan lemari pakaian, dan dia memutuskan untuk bersembunyi di sana. Lucy sangat terkejut melihat di dalamnya terdapat negeri yang bernama Narnia, dan di sana dia bertemu seekor faun bernama Mr. Tumnus yang mengatakan bahwa Narnia sedang dikutuk oleh penyihir putih bernama Jadis selama beratus-ratus tahun dengan musim dingin yang panjang.
      Akhirnya, setelah Lucy berhasil membawa kakak-kakaknya ke Narnia, mereka berpetualang di sana. Edmund yang pernah ke Narnia sebelumnya (setelah Lucy) ternyata bersekongkol dengan Jadis dengan dijanjikan menjadi Raja Narnia, tetapi dengan syarat dia harus membawa tiga saudaranya sebagai pelayan. Padahal, Edmund hanyalah sebagai pancingan agar semua anak itu tertangkap dan Jadis ingin membunuh mereka semua. Karena ada ramalan mengatakan bahwa akan datang dua putra Adam dan dua putri Hawa yang akan membebaskan Narnia dari musim dingin yang panjang ini dan mengalahkan Jadis.
     Untuk membebaskan Edmund, Peter dan kedua adiknya harus menemui Aslan untuk meminta pertolongan. Mereka dibantu oleh Pak dan Bu Berang-berang untuk menemui Aslan. Di tengah perjalanan, keajaiban terjadi, kekuatan Jadis melemah dan musim dingin ini berganti menjadi musim semi yang indah. Ketika mereka akhirnya berhasil menemui Aslan, ternyata Aslan bersedia membantu. Akhirnya Edmund berhasil bebas. Tapi tiba-tiba Jadis datang dan meminta Edmund kembali, Aslan pun turun tangan. Mereka membuat perjanjian yang dirahasiakan, yaitu, bahwa Aslan harus menyerahkan diri pada Jadis. Dan Aslan pun menepati janjinya pada malam hari, dia akhirnya dibunuh oleh Jadis diatas meja batu (Stone Table) disaksikan oleh semua pengikut Jadis. Susan dan Lucy yang melihat kejadian itu sangat sedih.
     Sementara Peter dan Edmund baru diberitahu kejadian itu oleh dryad (roh pohon). Karena Aslan sudah tidak ada, maka sekarang Peter yang memimpin. Peter memutuskan untuk perang. Jadis yang mengetahui keputusan Peter pun menyetujuinya. Ketika perang sedang berlangsung dan pasukan Narnia semakin terjepit, keajaiban terjadi. Susan dan Lucy yang masih setia menemani Aslan mendapati Aslan hidup kembali karena pengorbanannya. Tanpa pikir panjang lagi, Aslan, Susan dan Lucy menuju istana Jadis. Di sana, banyak sekali orang-orang Narnia yang telah disihir menjadi batu. Aslan menghembuskan nafasnya dan orang-orang itu bisa bergerak kembali. Mereka semua langsung menuju tempat perang dengan tambahan banyak pasukan. Aslan berhadapan langsung dengan Jadis, dan Aslan berhasil membunuhnya. Perang selesai. Dan esoknya, Peter, Susan, Edmund, dan Lucy diangkat oleh Aslan menjadi Raja dan Ratu Narnia penguasa Cair Paravel.
Hingga akhirnya mereka semua sudah dewasa dan sedang berburu rusa putih, mereka menemukan kembali jalan lemari. Mereka memasukinya, dan ketika keluar mereka mendapati diri mereka sedang berada di rumah Profesor Kirke dan menjadi anak-anak kembali. Tidak ada perubahan waktu sejak mereka pergi ke Narnia. Tidak ada yang menyadari bahwa mereka sudah pergi selama bertahun-tahun dan menjadi Raja dan Ratu suatu negeri.
 Nahhh....Itu dia 5 film keluarga yang cocok ditonton saat weekend...semoga kalian semua suka...See ya...


Jumat, 21 Agustus 2015

5 Seconds Of Summer


Hasil gambar untuk 5 seconds of summer 




Hay guys....Tau Band yaang satu ini kan?
Ah....pasti tau deh,itu lho...yang jadi pembuka konser One Direction di salah satu konser 1D.

Yup.... 5 Seconds Of Summer

 Awalnya aku kira mereka itu ber-5 tapi ternyata mereka ber-4.Hehe...gini ya,aku itu suka bgt sama mereka...walau rocker,mereka itu cute lho...nah,biar tau dan kenal sama mereka yang ganteng-ganteng ini,nihhh,aku kasih biodatanya.


CALUM HOOD




@Calum5SOS
Full name        : Calum Thomas Hood 
Date of birth    : 25 January 1996 
Zodiac            : Aquarius 
Fav food         : Pizza 
 
 
 
 LUKE HEMMINGS 


@Luke5SOS 
Full Name       : Luke Robert Hemmings 
Date of birth   :16 Juli 1996 
Zodiac           : cancer 



Ashton Irwin




@Ashton5SOS
Name            : Ashton Fletcher Irwin
Date of Birth  : Hornsby, 7 Juli 1994
Zodiac           : Cancer

Michael Clifford



@Michael5SOS
Name           : Michael Gordon Clifford 
Date of Birth  : 20 November 1995
zodiac          : Scorpio 

Nah.....Itu dia guys,5 Seconds Of Summer.
Gimana?keren gak?pasti keren lah....Hayo...yang ngefans sama mereka ngaku lah...hehe..
Udah dulu ya...See Ya..

Cerbung Remaja "CIA Girl Pt. 2"

Okay, ini lanjutan dari cerita yang kemarin ya, semoga kalian suka. I Found The Clue       Pulang sekolah biasanya menjadi hal ya...