Well....Ini kan akhir pekan,nggak lengkap kalau nggak ngomongin film.Yaa..emang sih,film yg mau aku bahas bukan film baru atau yang tayang minggu ini.Tapi film-film yang mau aku bahas adalah film keluarga yang cocok banget ditonton saat akhir pekan banreng keluarga.Dan mudah - mudahan bisa menambah harmonisasi keluarga,ya...
Okay,let's check this out...
1.Nanny McPhee
Okay,Kita mulai dengan siapa aja pemainnya,ya...
Nah...Sekarang sinopsis filmnya....
Menceritakan tentang seorang pengasuh wanita yang aneh dan misterius bernama Nanny McPhee (
Emma Thompson).Penampilannya
tak seperti pengasuh pada umumnya. Dia suka memakai gaun hitam, yang
mirip seperti karung terigu. Dia juga memiliki banyak kutil di wajahnya,
api di kedua matanya, dan juga tongkat ajaib yang bisa mengeluarkan
suara gonggongan saat dihentakkan ke tanah.
Dikisahkan, Nanny McPhee adalah pengasuh ke-18 yang dipekerjakan oleh keluarga Cedric Brown (
Colin Firth),
seorang duda kaya raya yang memiliki tujuh orang anak super bandel.
Tidak heran kalau banyak pengasuh yang minggat lantaran tak tahan dengan
kelakuan nakal mereka. Uniknya, setiap anak Cedric memiliki jarak yang
hampir sama satu sama lain, yaitu 8 tahun.
Sebelumnya, Cedric yang
putus asa mendapatkan pesan misterius yang berisi bahwa yang dia
perlukan untuk mengatur anak-anaknya adalah Nanny McPhee. Tak berselang
lama, Nanny pun langsung menampakkan diri dan datang tanpa diundang.
Dengan kekuatan sihirnya yang menakutkan, anak-anak Cedric pun bungkam.
Nanny pun membuat aturan khusus bagi mereka untuk dipelajari, kerutan
dahi yang menakutkan, tapi sekaligus mendamaikan hati mereka sebagai
pengantar tidur.
Meski bangkrut, keluarga besar Brown memiliki
rumah bagaikan singgasana yang sangat besar dan megah, dilengkapi
taman-taman, tangga bertingkat, dan juga desain arsitektur yang
menakjubkan. Karena pekerjaannya sebagai pengarah pemakaman yang tak
lagi menjanjikan, Cedric pun diminta untuk mewarisi seluruh kekayaan
milik bibinya, Adelaide (
Angela Lansbury) dengan satu syarat: ia harus bisa menemukan seorang istri dalam waktu 30 hari saja!
Sontak
saja Cedric pun gelagapan. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan
emas itu. Beberapa calon istri pun dipilihnya, termasuk seorang pelayan
cantik yang juga sangat disukai anak-anaknya, Evangeline (
Kelly Macdonald). Tapi dia justru diminta menikahi wanita yang merupakan mimpi buruknya, yaitu Mrs. Quickly (
Celia Imrie).
Kembali
ke Nanny McPhee, di saat-saat genting seperti itu... muncul sebuah
keajaiban. Setiap kali anak-anak mematuhi perintah Nanny, maka
kutil-kutil di wajahnya satu-persatu mulai menghilang, dan tubuhnya juga
nampak semakin ramping. Hingga pada akhirnya, Nanny tampil dengan rupa
barunya yang anggun dan menawan.
Akankah Cedrik menikahi Mrs.
Quickly? atau dia akan menyadari bahwa Evangeline adalah cinta
sejatinya? akankah juga anak-anak Cedric menjadi anak-anak yang baik dan
patuh pada orangtua? Semua pertanyaan itu akan terjawab ketika Anda
menyaksikan film yang sarat dengan pesan moral dan kekeluargaan ini.
Lewat
film ini, anak-anak akan diajarkan bagaimana mereka harus menerima
kenyataan pahit dalam hidup dengan penuh kebijaksanaan. Seperti halnya
anak-anak Inggris, yang selalu menerima pelajaran berat dalam hidup
mereka, hingga pada akhirnya mereka menyadari banyak hikmah yang bisa
diambil dari pelajaran-pelajaran tersebut.
2.Children Of Heaven
Film ini mengisahkan tentang seorang anak kecil bernama Ali Mandengar
yang hidup di daerah Timur Tengah. Ia hidup sederhana bersama kedua
orangtua dan kedua adiknya. Ali adalah kakak yang baik. Suatu hari
sepatu salah satu adiknya hilang, ia pun berusaha menggantinya dengan
segenap kemampuannya. Di sinilah perjuangan Ali untuk menggantikan
sepatu adiknya sangat mengharukan.
Film Iran yang mendapat nominasi Oscar sebagai Film Berbahasa Asing
Terbaik. Disutradarai oleh Majid Majidi. Selama sang ibu sakit, Ali
(Amir Farrokh Hashemian) sementara menggantikan tugas ibunya berbelanja,
namun hari itu sedikit berbeda, selain membeli keperluan sehari-hari
seperti roti dan sayur mayur, bocah 9 tahun juga membawa sepasang sepatu
milik adik perempuannya, Zahra (Bahare Seddiqi) untuk diperbaiki,
sialnya disaat Ali sedang sibuk berbelanja tanpa sengaja ia
menghilangkan sepatu tersebut.
Zahra
jelas bersedih karena sang kakak sudah menghilangkan satu-satunya
sepatunya yang akan digunakannya untuk sekolah keesokan harinya, namun
karena takut dimarahi oleh ayah mereka (Mohammad Amir Naji), apalagi
mereka mengetahui bahwa sang ayah tidak mempunyai uang untuk dapat
membeli sepatu baru, Ali dan Zahra sepakat untuk merahasiakan rahasia
kecil ini. Lantas bagaimana Zahra dapat bersekolah tanpa sepatunya?
apakah Ali dapat menemukan kembali sepatu milik adik perempuannya?
Sebuah
kebanggaan tersendiri bisa menonton film buatan Iran. Tontonan yang
jarang saya temukan di sekitar kita. Film Iran memang beda dengan
Hollywood kebanyakan. Film Iran terkesan lebih punya bobot dalam segi
cerita dan pengadeganan. Salah satunya ada di film ini. Film yang sangat
mengharukan. Ketika saya dihadapkan pada kisah keluarga miskin yang di
dalamnya terdapat anak-anak berhati mulia. Sangat menyentuh dan ajaib.
Padahal ceritanya hanya mengenai sepatu yang hilang, namun Majid Majidi
membuat cerita sederhana itu menjadi tontonan petualangan seru yang
dramatis. Sinematografinya pun berkelas tinggi menjadikan film ini padat
tanpa celah. Ditambah akting yang memukau dari pemeran Ali dan Zahra.
Adegan lari pun menjadi sesuatu yang menarik dari film ini.
Disamping
drama, film ini masih memasukkan unsur komedi dalam film ini.
Kelucuan-kelucuan spontan dalam film ini disajikan tidak berlebihan,
namun pas. Yang menjadi menarik dari sebuah film salah satunya adalah
ending. Film ini mempunyai ending yang mendebarkan dan menyentuh
sekaligus mengharukan. Disinilah kesabaran dan tanggung jawab manusia
diuji. Kebaikan anak-anak dari surga itu yang menjadi kisah ini begitu
dramatis. Film yang sangat dianjurkan ditonton bersama keluarga atau
ditonton bersama di dalam kelas.
3.Brave
Inti cerita film ini adalah tentang kehidupan seorang gadis bernama
Merida, putri tunggal dari Kerajaan Dunbroch di dataran tinggi
Skotlandia. Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang
nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka.
Merida
adalah seorang gadis yang sejak kecil telah mewarisi bakat sang ayah,
Raja Fergus (Billy Connolly), yang gemar berpetualang, dan bertarung.
Bakat tersebut berupa kegemaran dan kemahirannya dalam memanah dan
berpetualang. Jauh dari kebiasaan seorang putri raja yang kerap bersikap
halus, lemah-gemulai, bertuturkata halus, dan seterusnya.
Sesuai
dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa, kedua orangtuanya,
Raja Fergus dan Ratu Elinor (Emma Thompson) hendak menikahkan Merida
dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku (klan)
utama dari Kerajaan Dunbroch. Mereka itu masing-masing adalah putra dari
Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan
Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang paling berhak
menikahi putrinya itu, ditentukan dengan cara masing-masing putra
ketiga Lord itu menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di hadapan sang
Raja dan Ratu, serta Putri Merida.
Jangankan sudi memilih salah
satu dari putra ketiga Lord itu, Merida sejak awal sudah menolak
menjalankan tradisi keluarga kerajaan itu. Dengan maksud agar putra
ketiga Lord itu gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk
mengikuti lomba memanah. Siapa yang paling tepat memanah tepat di titik
sasaran, dialah yang menang. Sialnya, tanpa sengaja, Wee Dingwall,
berhasil melesatkan anak panahnya tepat di titik sasaran.
Merida
yang marah itu langsung memberontak, meloncat berdiri, mengambil
busurnya dan melepaskan tiga anak panahnya berturut-turut tepat di dua
titik sasaran yang tadi gagal disasar oleh Young MacGuffin dan Young
Macintosh, dan satu lagi anak panahnya melesat dari busurnya tepat
mengena dan membela menjadi dua bagian, dari ujung ke ujung, anak panah
Wee Dingwall, sampai menembus papannya.
Pecahlah pertengkaran
hebat antara Ratu Elinor dengan Merida. Elinor menganggap Merida telah
kelewat batas dalam bersikap, sedangkan Merida menuduh ibunya terlalu
memaksa kehendak kepadanya. Di dalam Istana, saking marahnya Merida
sampai menebas pedangnya menyobek lukisan kain keluarganya. Memisahkan
gambar ibunya dengan gambarnya bersama ayah dan tiga adik kembarnya.
Kemudian, dengan menunggang kudanya, Angus, Merida melarikan diri ke
hutan.
Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat di sebuah tempat
keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet
membentuk sebuah lingkaran, kemudian muncul roh-roh halus berukuran mini
yang membawanya ke sebuah gubuk, yang ternyata dihuni oleh seorang
nenek sihir (Julie Walters).
Merida kemudian meminta nenek
sihir itu untuk memberikan mantera agar bisa mengubah pendirian ibunya
yang masih bersikeras menikahkannya dengan cara tradisi leluhurnya itu.
Mantra yang berbentuk kue tersebut kemudian memang berhasil mengubah
ibunya. Bukan pendiriannya, tetapi fisiknya. Ratu Elinor berubah menjadi
seekor beruang hitam yang sangat besar. Sial, dan bahayanya adalah
semua orang, termasuk Raja Fergus sama sekali tidak tahu, dan tidak mau
percaya bahwa beruang besar tersebut adalah Ratu Elinor. Sedangkan semua
orang, terutama Raja Fergus sangat membenci beruang. Setiap beruang
harus mati di tangannya.
Ketika Merida masih kecil, dia dan
ibunya hendak diserang oleh seekor beruang hitam besar bernama Mor’du.
Raja Fergus melawan beruang itu demi menyelamatkan Merida dan ibunya.
Salah satu kakinya sampai putus karena diserang Mor’du, dan diganti
dengan sebuah kaki palsu yang terbuat dari kayu. Sejak itulah kebencian
Raja Fergus terhadap beruang semakin hebat.
Merida harus berpacu
dengan waktu agar bisa mengembalikan mantra si nenek sihir agar ibunya
bisa kembali menjelma menjadi manusia, sementara itu juga ibunya yang
masih berwujud beruang itu terus diburu oleh ayahnya beserta semua orang
untuk dibunuh. Apabila sampai matahari terbit, Merida gagal
mengembalikan mantera tersebut, maka ibunya akan berubah menjadi beruang
selama-lamanya. Bukan hanya wujudnya, tetapi juga sisi kemanusiaannya
akan hilang sama sekali. Menjadi beruang dengan semua keganasannya.
Tidak akan lagi mengenal Merida, atau siapapun lagi.
Selain
kualitas animasinya yang luar biasa, ceritanya yang apik, film ini juga
disisipi oleh banyak adegan kocak yang mengundang tawa. Adegan-adegan
tersebut jauh dari kesan dibuat-buat. Semuanya mengalir wajar.
Tokoh-tokoh dengan berbagai karakter juga tampil dengan porsi yang
seimbang. Jauh dari kesan sekadar tempelan.
Pakem
yang sudah menjadi “tradisi” dalam setiap cerita dongeng ala “1001
Malam” adalah seorang putri cantik yang lemah, lugu dan polos, yang
menjadi korban seorang nenek sihir, ada seorang pangeran yang ganteng
dan gagah datang menolongnya melawan dan mengalahkan si nenek sihir,
atau ada pangeran yang berubah wujud menjadi monster karena terkena
sihir. Kemudian karena ada kekuatan cinta si putri, misalnya dengan
mencium sang monster, mampu mementahkan kembali kekuatan sihir itu,
mengubah wujud si monster kembali menjadi pangeran ganteng. Kemudian
mereka bersama-sama mengalahkan si nenek sihir, setelah itu cerita
diakhiri dengan keduanya menikah dan hidup berbahagia selamanya.
Itu semuanya tidak akan ditemukan di
Brave.
Merida adalah seorang putri raja yang meskipun cantik, tetapi sejak
kecil adalah seorang perempuan yang sangat pemberani, berjiwa petualang
(dia memanjat tebing tinggi sendirian tanpa alat bantu apapun), dan
sangat jago memanah sambil memacu kudanya.
Namun, ketika dia
bertemu dengan si nenek sihir, yang mengubah ibu dan ketiga adik
kembarnya menjadi beruang imut-imut yang lucu, Merida sama sekali tak
berdaya. Ketika dia kembali bersama ibunya yang sudah berwujud beruang
itu ke gubuk si nenek sihir, untuk memaksa si nenek mengubah kembali
ibunya menjadi manusia, nenek itu sudah pergi meninggalkan tempatnya
itu. Namun, melalui panci besarnya yang berisi ramuan-ramuan sihir yang
ditinggal di situ, Merida masih mendapat informasi pesan dari si nenek
sihir, bagaimana caranya agar manteranya itu bisa dikembalikan, mengubah
ibunya kembali menjadi manusia. Ternyata, ada hubungan antara gambar
keluarga yang dibelah Merida dengan pedangnya itu dengan cara
mengembalikan mantera sihir itu.
Ternyata pula, ibu Merida bukan
korban pertama dari mantera si nenek sihir itu. Sebelumnya, pernah ada
seorang pangeran gagah yang juga terkena sihir sang nenek sihir itu, dan
berubah menjadi beruang jantan raksasa yang jahat. Nanti Merida bertemu
dengan beruang yang sebenarnya si pangeran itu. Tetapi kalau anda
kemudian menduga bahwa akhirnya dengan kekuatan cinta yang ada pada
Merida, mengubah kembali beruang itu menjadi si pangeran. Kemudian
mereka berdua bersama-sama melawan dan mengalahkan si nenek sihir,
menikah dan berbahagia selamanya, sebagaimana cerita-cerita dongeng 1001
Malam, maka itu berarti anda keliru. Seperti saya juga keliru, dan
akhirnya menemukan kejutan di bagian akhir film ini.
Pesan Moral
Tiga adik kembar Merida yang ikut tersihir menjadi tiga ekor beruang anak (sumber: disney.go.com)
Konflik yang dibangun dalam film ini adalah adanya pertentangan
kehendak dari orangtua Merida, terutama ibunya (Ratu Elinor) dengan
Merida. Di satu pihak orangtuanya menghendaki Merida bisa menjadi
seorang putri yang berbudi pekerti halus dalam bertuturkata dan dalam
kehidupan sehari-harinya, berbusana sebagaimana layak seorang putri
kerajaan, dan terutama sekali menjalani proses tradisi pernikahan yang
sudah dijalankan sejak turun-temurun. Yakni, wajib memilih dan menikah
dengan salah satu putra terbaik dari klan-klan utama di Kerajaan
Dunbroch. Di sisi lain Merida sejak kecil jauh dari
berperilaku sebagaimana seorang putri raja, dia seperti seorang tomboy,
berjiwa petualang, jago menunggang kuda, dan sangat mahir dalam hal
memanah. Belum mempunyai keinginan untuk menikah, apalagi dipaksa harus
memilih salah satu dari tiga orang laki-laki yang semuanya tidak
disukai. Maka, Merida pun melakukan pemberontakan terhadap takdirnya
yang hendak ditentukan berdasarkan tradisi leluhur itu. Yang kemudian
menyeretnya ke dalam petualang yang yang belum pernah dialami sebelumnya
itu.
Merida tidak mau takdirnya, kehidupan, jodohnya
ditentukan serta diatur begitu saja oleh orangtuanya. Merida tidak mau
diperlakukan seperti Siti Nurbaya dalam legenda Minangkabau di
Indonesia. Jiwanya memberontak, menghendaki bahwa soal perjodohan
biarlah dia yang memilih dan menentukan sendiri. Jangan dipaksakan.
Konflik
seperti ini biasanya terjadi ketika terjadi “benturan peradaban” antara
dua generasi yang berbeda di dalam keluarga. Di satu sisi ada orangtua
yang masih bersikap keras dan kolot untuk menerapkan suatu tradisi
kepada anaknya, dan si anak mau tak mau harus menurut. Kalau tidak mau,
dianggap sebagai anak kurang ajar, atau bahkan durhaka. Di sisi lain
persepsi si anak telah berkembang, berubah mengikuti perkembangan zaman,
yang merasa dirinya sebagai manusia merdeka, manusia seutuhnya yang
bebas menentukan pilihan dalam hidupnya, termasuk jodohnya. Sedangkan
tradisi yang masih dipegang orangtua itu sudah tidak sesuai lagi dengan
perkembangan zaman.
Musibah kutukan mantera sihir terhadap Ratu
Elinor (dan tiga anak kembar laki-lakinya) yang mengubahnya menjadi
beruang tersebut, sekaligus menjadi hikmah bagi keluarga Kerajaan
Dunbroch dan ketiga klan yang semula mati-matian hendak menjodohkan
anak-anaknya itu secara paksa. Bahwa pernikahan itu tidak dapat
dipaksakan, biarlah masing-masing mereka menentukan pilihannya sendiri.
Tumbuh pula cinta kasih yang semakin dalam di antara Merida dan ibunya,
ayahnya, dan tiga adik kembarnya.
4.Finding Nemo
Finding Nemo adalah cerita petualangan sebuah keluarga ikan hias, yang
terdiri dari ayah dan anak, yang tinggal di terumbu karang. Marlin,
seekor ikan sekaligus ayah dari Nemo adalah seekor ikan yang penakut,
kebalikan dengan sang anak yang selalu ingin tahu. Akibat perbedaan
sifat yang mencolok tersebut, keduanya kerap berbeda pendapat.
Keingintahuan Nemo membuatnya mengabaikan peringatan sang ayah di hari
pertama bersekolah, sehingga terjaring oleh manusia ketika sedang
berenang di dekat sebuah kapal.
Marlin
yang hanya bisa menyaksikan dari jauh tidak mampu berbuat apa-apa
ketika manusia membawa anaknya, namun rasa sayang terhadap anak
membuatnya bisa melawan ketakutan akan lingkungan di luar terumbu
karang, dan bertualang mencari Nemo. Dalam keputusasaannya, ia bertemu
dengan seekor ikan pelupa bernama Dory, yang menawarkan pertolongan
namun lebih sering membuatnya jatuh dalam kesulitan. Belakangan, seekor
ikan hiu vegetarian bernama Bruce bergabung dalam misi yang nyaris
mustahil tersebut.
Sementara
itu, Nemo diceritakan terdampar dalam sebuah akuarium dokter gigi di
kota Sydney Harbor. Disana ia bertemu dengan kumpulan ikan lain yang
tidak kalah uniknya, dan berusaha menariknya supaya bergabung dengan
kelompok mereka. Namun begitu mendapat kabar bahwa sang ayah sedang
melakukan pencarian terhadapnya, Nemo dan kawan-kawan mulai menyusun
rencana melarikan diri, dan berkumpul kembali dengan sang ayah yang
dicintainya.
Sederet
nama bintang terkenal menjadi pengisi suara film animasi patungan Pixar
dan Disney ini, mereka adalah komedian terkemuka Albert Brooks sebagai
Marlin, Ellen DeGeneres yang pernah menghiasi layar Indosiar dengan
serial komedi Ellen sebagai si ikan pelupa Dory, dan tak ketinggalan
aktor watak Willem Dafoe (pemeran Green Goblin dalam Spiderman) sebagai
Gill, dan Geoffrey Rush (aktor pemenang Oscar) sebagai Nigel sang burung
camar. Nemo sendiri disuarakan oleh Alexander Gould, bintang cilik
penuh potensi.
Meneruskan tradisi film-film Pixar yang lain, Finding Nemo
mendapat respons sangat baik dari para pecinta film. Buktinya, selama
tiga minggu berturut-turut film ini berada di puncak teratas daftar box-office
film di Amerika dengan total 190 juta dolar lebih. Sebuah prestasi yang
mengagumkan, mengingat masih tingginya minat terhadap film-film
non-animasi seperti Bruce Almighty dan 2 Fast 2 Furious. Sebagai salah
satu alternatif mengisi liburan, tidak salah bila film ini ditempatkan
sebagai prioritas pertama.
5.The Chronicles Of Narnia
Well...Ini adalah Pemeran utamanya
Sinopsis......
Peter
Pevensie, Susan Pevensie, Edmund Pevensie, dan Lucy Pevensie diungsikan
ke rumah Profesor Diggory Kirke karena Perang Dunia. Suatu hari, pada
waktu mereka bermain petak umpet di rumah itu, Lucy menemukan lemari
pakaian, dan dia memutuskan untuk bersembunyi di sana. Lucy sangat
terkejut melihat di dalamnya terdapat negeri yang bernama Narnia, dan di
sana dia bertemu seekor faun bernama Mr. Tumnus yang mengatakan bahwa
Narnia sedang dikutuk oleh penyihir putih bernama Jadis selama
beratus-ratus tahun dengan musim dingin yang panjang.
Akhirnya,
setelah Lucy berhasil membawa kakak-kakaknya ke Narnia, mereka
berpetualang di sana. Edmund yang pernah ke Narnia sebelumnya (setelah
Lucy) ternyata bersekongkol dengan Jadis dengan dijanjikan menjadi Raja
Narnia, tetapi dengan syarat dia harus membawa tiga saudaranya sebagai
pelayan. Padahal, Edmund hanyalah sebagai pancingan agar semua anak itu
tertangkap dan Jadis ingin membunuh mereka semua. Karena ada ramalan
mengatakan bahwa akan datang dua putra Adam dan dua putri Hawa yang akan
membebaskan Narnia dari musim dingin yang panjang ini dan mengalahkan
Jadis.
Untuk membebaskan Edmund, Peter dan kedua adiknya harus menemui Aslan
untuk meminta pertolongan. Mereka dibantu oleh Pak dan Bu Berang-berang
untuk menemui Aslan. Di tengah perjalanan, keajaiban terjadi, kekuatan
Jadis melemah dan musim dingin ini berganti menjadi musim semi yang
indah. Ketika mereka akhirnya berhasil menemui Aslan, ternyata Aslan
bersedia membantu. Akhirnya Edmund berhasil bebas. Tapi tiba-tiba Jadis
datang dan meminta Edmund kembali, Aslan pun turun tangan. Mereka
membuat perjanjian yang dirahasiakan, yaitu, bahwa Aslan harus
menyerahkan diri pada Jadis. Dan Aslan pun menepati janjinya pada malam
hari, dia akhirnya dibunuh oleh Jadis diatas meja batu (Stone Table)
disaksikan oleh semua pengikut Jadis. Susan dan Lucy yang melihat
kejadian itu sangat sedih.
Sementara Peter dan Edmund baru diberitahu kejadian itu oleh dryad (roh
pohon). Karena Aslan sudah tidak ada, maka sekarang Peter yang memimpin.
Peter memutuskan untuk perang. Jadis yang mengetahui keputusan Peter
pun menyetujuinya. Ketika perang sedang berlangsung dan pasukan Narnia
semakin terjepit, keajaiban terjadi. Susan dan Lucy yang masih setia
menemani Aslan mendapati Aslan hidup kembali karena pengorbanannya.
Tanpa pikir panjang lagi, Aslan, Susan dan Lucy menuju istana Jadis. Di
sana, banyak sekali orang-orang Narnia yang telah disihir menjadi batu.
Aslan menghembuskan nafasnya dan orang-orang itu bisa bergerak kembali.
Mereka semua langsung menuju tempat perang dengan tambahan banyak
pasukan. Aslan berhadapan langsung dengan Jadis, dan Aslan berhasil
membunuhnya. Perang selesai. Dan esoknya, Peter, Susan, Edmund, dan Lucy
diangkat oleh Aslan menjadi Raja dan Ratu Narnia penguasa Cair Paravel.
Hingga akhirnya mereka semua sudah dewasa dan sedang
berburu rusa putih, mereka menemukan kembali jalan lemari. Mereka
memasukinya, dan ketika keluar mereka mendapati diri mereka sedang
berada di rumah Profesor Kirke dan menjadi anak-anak kembali. Tidak ada
perubahan waktu sejak mereka pergi ke Narnia. Tidak ada yang menyadari
bahwa mereka sudah pergi selama bertahun-tahun dan menjadi Raja dan Ratu
suatu negeri.
Nahhh....Itu dia 5 film keluarga yang cocok ditonton saat weekend...semoga kalian semua suka...See ya...